Tampilkan postingan dengan label self help. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self help. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

Anatomi Buku oleh Iyan Wb.



Judul                   : Anatomi Buku
Penulis                : Iyan Wb.
Penerbit              : Kolbu
ISBN                  : 979 99681 4 3
Xii + 100 halaman: 14,5 x 20  cm

Sesuai dengan judulnya, buku ini menerangkan dengan terperinci dan runut setiap bagian dari buku, maka buku inipun memuat secara lengkap segala sesuatu yang umum maupun yang jarang ada dari sebuah buku sebagai contoh nyata penerapannya. Bukan buku yang jamak untuk dinikmati bahkan untuk seorang pecinta buku sekalipun tapi sangat berguna sebagai panduan bagi orang-orang yang ingin membuat buku sesuai kaidah yang benar.

Kamis, 09 Juli 2015

Guide to draw manga plus; Digital coloring for anime characters oleh Wizemakers



Judul      : Guide to draw manga plus; Digital coloring for anime characters
Penulis   : Wizemakers
Penerbit : Andi
ISBN     : 978 979 29 0265 5

Sebuah buku pedoman yang peraktis dan sederhana, sangat membantu bagi pemula, bahkan untuk yang sama sekali baru menggunakan Adob Photoshop seperti saya. Dimulai dengan perkenalan alat dan software, pengenalan tool-tool photoshop yang akan digunakan, garis besar langkah-langkah pewarnaan,  cell shading, mengatur line-art manual maupun digital, mewarnai bagian-bagian khusus seperti mata dan rambut, juga ada tambahan tips tehnik untuk teknik brush Photoshop, cara membuat brush sendiri dan mengubah foto menjadi sketsa. Secara garis besar saya puas dan terbantu dengan buku ini, sayangnya arah tujuan saya belajar bukan pada pendekatan ke karakter animasi jepang. Mungkin jika penulis menyusun lagi buku serupa dengan pendekatan untuk digital painting atau illustrasi cerita pastilah akan menjadi koleksi rak buku saya.

Senin, 18 Mei 2015

Lentera Hati, Kisah dan hikmah kehidupan. Oleh M. Quraish Shihab



Judul             : Lentera Hati, Kisah dan hikmah kehidupan
Penulis          : M. Quraish Shihab
Penerbit        : Mizan
ISBN             : 979 433 019 1
456 hlm

Diangkat dari tulisan-tulisan penulis yang dimuat dalam rubik Pelita Hati di Harian Pelita. Mengangkat topik-topik yang aktual pada saat diterbitkannya, akan tetapi karena event dan sejarah terus berulang maka isu-isu yang diangkat masih terasa sesuai dengan kondisi sekarang dan saya pikir akan selalu sesuai dibaca berulang-ulang kapanpun itu. Penulis selalu memulai pembahasan dari akar kata lalu berkembang ke makna dan penerapannya. Menenangkan hati tepat saat-saat gundah melihat perubahana zaman yang tidak menentu, setidaknya saat sesuatu terjadi di sekitar kita dan mengganggu atau membuat risau, buku ini dapat menjadi pedoman bagaimana kita menangapinya secara bijaksana.

Kamis, 12 Maret 2015

Who Moved My Cheese oleh Spencer Johnson, M.D.



Judul                     : Who Moved My Cheese
Penulis                 : Spencer Johnson, M.D.
Alih Bahasa         : Antonius Eko
Penerbit              : PT Elex Media Komputindo
ISBN                      : 978 602 02 0197 9

Mungkin saya yang termasuk telat membaca buku ini, tapi tidak ada kata terlambat bukan? Buku ini bukan tidak pernah saya lihat sebelumnya, mungkin termasuk buku wajib ada di rak toko buku, menjadi nomer satu international bestseller. Tapi justru yang menggerakan saya membeli buku ini adalah tulisan dari buku Rene Suhardono (Your job is not your career) yang menuntun saya untuk ingin tahu tentang Andy Noya (Kick Andy) yang kemudian memperkenalkan saya pada Rhenald Kasali (Change) dan akhirnya mengajak saya berkenalan dengan dua ekor tikus Sniff dan Scurry juga dua kurcaci Hem dan Haw, tokoh rekaan Spencer Johnson, M.D. dalam bukunya Who Moved My Cheese. Jadi bisa dikatakan saya menelusuri buku dari hilir ke hulu.

Sepertihalnya Jonathan Livingston Seagull-nya Richard Bach atau Ping si katak dari Stuart Avery Gold, kisah para karakter  adalah sebuah metafora dari kehidupan kita, memaksa kita berkaca, apakah kita adalah si tikus Sniff dan Scurry atau kurcaci Hem dan Haw. Selalu ada pro dan kontra untuk setiap buku motivasi,apalagi untuk buku yang sukses,  belumlagi interprestasi yang beragam dari pembaca. Tapi bagi saya pribadi, saya tidak anti perubahan, bahkan mendukung, selalu ada sisi baik dari sebuah perubahan. Saya tidak tanggap, dipenuhi rasa ragu dan takut, tapi tidak resisten. Saya adalah Haw sang kurcaci.

Buku ini membukakan mata, melihat kembali ke dalam diri kita, siapa kita, bagaimana kita menanggapi perubahan, dan mengajak kita untuk merespon perubahan dengan cara yang lebih baik. Untuk tidak takut dengan perubahan, untuk tidak tenggelam dalam kenyamanan, atau ketakutan akan perubahan, untuk segera bertindak, menyingkirkan secure blanket dan keluar dari comfort zone yang memperdaya.
Tapi seperti yang pernah saya tulisdi  ulasan-ulasan buku sebelumnya, untuk sebuah buku motivasi atau selfhelp, dibutuhkan keterbukaan hati dan pikiran untuk menerima sebuah ide untuk kita proses dalam hati dan pikiran kita apakah bisa kita terima dalam kehidupan kita atau tidak. Tapi jika kita penuh syahwasangka, atau skeptik, maka buku-buku ini hanya akan menjadi penghias rak buku kita, tidak lebih.

Change, oleh Rhenald Kasali, Ph.D.


Judul     : Change
Penulis : Rhenald Kasali, Ph.D.
Penebit                : PT. Gramedia Pustaka Utama.
ISBN      : 978-979-22-1232-9
Cetakan keduabelas November 2013

Siapa tidak kenal Rhenald Kasali, wajah dan namanya sering muncul di televisi. Tag di sampul bukunya berbunyi “Tak peduli berapa jauh jalan salah yang anda jalani, putar arah sekarang juga” benar-benar menjadi feromon yang membius saya untuk mendekat. Walau sesungguhnya ketertarikan saya untuk membaca buku ini sudah terbit jauh-jauh hari,  berawal dari salah satu buku Rene Suhardono yang saya baca (saya lupa yang mana) yang memuat testimony Andy Noya(kick andy) yang mengatakan buku ini dan “Who move my chees”-lah  yang menggerakannya untuk berkarya.

Semula saya kira buku ini adalah sebuah buku selfhelp, ternyata lebih fokus pada perubahan korporat, jadi lebih sebagai pegangan untuk para eksekutif dalam melakukan perubahan pada sebuah institusi. Walau demikian, bagi saya yang jelas-jelas bukan seorang eksekutif, buku ini tetap menarik dan membuka wawasan, setidaknya saat perubahan itu datang pada institusi tempat saya bekerja, atau pada elemen manapun dalam kehidupan saya, walau terbayangkan sedikit menakutkan, saya harap, semoga saya tidak gagap dalam menanggapinya, tapi lebih siap dan mampu partisipatif, bukan hanya sekedar menjadi penonton apalagi resisten.

Penulis menelusuri hakikat dan gerak perubahan, dimulai dari yang paling fundamental, menerangkan filosofi, sejarah, dan konsep dasar perubahan. Lalu melihat dan mempercayai perubahan, memulai perubahan, mengubah budaya korporat hingga membuat pesta perubahan dan mengelola harap. Untuk orang yang tidak berkecimpung dalam dunia korporat seperti saya, atau tidak berkubang di ranah manajemen, pembahasan buku ini lumayan terasa berat, untunglah setelah paragraph-paragraph teori yang melelahkan, sebuah contoh kasus selalu terasa  menyegarkan.